Ilmu HRD

Blog berbagi ilmu bagi para profesional HRD

Breaking

Cari di Blog Ini

WHAT YOU HAVE TO DO, IF YOU ARE A MANAGER (for the first time in your life)?

(Apa yang harus anda lakukan, saat anda pertama kali jadi manager?)

Reza hari itu agak murung. Kelihatan ada tanda tanda letih di mentalnya. Padahal mestinya dia senang. 3 bulan yang lalu dia dipromosikan menjadi Head of Risk Management di sebuah bank swasta.  Sebelumnya Reza adalah seorang Senior Risk Management Officer dan sudah beberapa belas tahun di situ. Levelnya sudah tinggi tetapi dia menjadi expert tanpa anak buah.  Dia sebenarnya enjoy role nya yang dulu, tapi pada saat bossnya cabut ke perusahaan lain, dan CEO nya menawarkan jabatan itu ke dia, dia tertarik juga. Akhirnya dia dipromosikan ke jabatan itu, dan tentunya dengan tambahan gaji yang menarik. Mulailah dia bekerja sebagai "boss" dengan anak buah sekitar 20 orang.  Ternyata ......


Tiga bulan kemudian Reza menghadap CEO nya, dia capek menjadi boss, hampir tiap hari stress dan tiap malam gak bisa tidur. Susah juga jadi boss. Dia ingin balik menjadi Senior Officer tanpa anak buah. Bahkan dia rela gajinya balik lagi ke gaji yang lama. Seorang teman menyarankan Reza untuk menemui saya. Dan hari itu kami makan di sebuah mall di Jakarta. 

Anyway, Reza menceritakan betapa frustasinya dia memimpin 20 anak buahnya. Padahal dia sebelumnya enjoy bergelut setiap hari dengan proses dan angka-angka.  Dan ternyata anak buah yang 20 itu jauh lebih mudah diurus daripada proses dan angka.

Ya iyalah, angka gak bisa nangis, angka gak bisa marah marah, dan angka dibentak diem aja.
Reza harus mengerti bahwa fokusnya kali ini sudah berubah, he is not anymore an individual performer, he is a leader. Kalau sebelumnya dia fokus ke manage performance sendiri, sekarang fokusnya sudah berubah menjadi me manage performance teamnya (yang 20 orang) yang tentunya jauh lebih rumit.

Banyak sekali orang yang mengalami hal ini, menjadi karyawan yang terbaik kemudian dipromosikan menjadi team leader dan gak siap. Bossnya juga agak "aneh" juga nih, karyawan dengan performance terbaik malah dipromosi? Lha memangnya, pemain bola yang hebat bisa menjadi pelatih yang bagus? Belum tentu Om! Memang ada, tapi kan tidak semua. Mardonna dulu pemain bola hebat, tapi waktu jadi pelatih sepak bola malah hancur. Ya iyalah, pemain bola harus jago nendang bola. Pelatih harus jago bikin strategy, membuat tim yang kompak, memilih pemain yang paling cocok dan mereward pemain berdasarkan performance nya. Beda kan?

Yang payah kadang kadang juga yang mempromosikan. Waktu Reza disuruh ngerjain proses dengan angka angka rumit, sebelumnya ditraining dulu. Juga ada teman saya, sebut saja namanya Paijo. Waktu Paijo mau disuruh pasang pasang kabel , sebagai insinyur disuruh training. Lha kalau ada yang dipromosi jadi manager kok gak ditraining dulu? Memangnya ngurus manusia lebih gampang daripada ngurus kabel? Padahal kalau ngurus computer system, ada certificate nya. Dan tanpa ada certificate engineer gak boleh ngurusin computer. Kenapa sembarang orang boleh menjadi manager? Kenapa kita tidak memerlukan certificate untuk menjadi team manager? Apakah kita menghargai computer lebih berharga daripada manusia? Jangan-jangan ....

Well, intinya adalah anda memerlukan kebutuhan khusus untuk menjadi people manager yang baik. We need a special skills to be a good people manager. 

Tetapi terutama ini masalah "mind set", bukan hanya skills. Being a manager it is not about you anymore ... Jadi ini waktunya menurunkan ego anda. Analoginya adalah pemain bola, seperti Ronaldo, dia akan berusaha bermain sebaik mungkin dan dia harus mencetak goal sebanyak mungkin.It is about him ! It is about his performance ! Fans fans nya akan mengelu-elukan dia pada saat dia mencetak goal dan memenangkan pertandingan.

Sementara seorang pelatih gak ada yang punya fans club. Seorang pelatih tidak boleh memikirkan performance dirinya sendiri , dia hanya akan menjadi hebat kalau timnya selalu memenangkan pertandingan.

Kadang kadang saya mendengarkan feedback,"Dia sebenarnya bagus dan pinter. Sayangnya timnya gak bagus."That's bullshit". A leader is only as good as the team that he leads. If the team is bad , it means the leader is bad !

Di situlah seorang leader harus berani menurunkan egonya, kemudian lebih memikirkan performance bisnis dan performance teamnya di atas performance nya sendiri!

Jadi bagaimana caranya mengubah mindset dari seorang individual performer ke seorang team leader?
Kita coba terapkan tips tips di bawah ini :

A. CHANGE THE FOCUS
Every day, instead of thinking of your self, start to think of your team first.
Objective Apa yang harus mereka capai? 
Apakah mereka mempunyai competence yang cukup untuk role mereka?
Apakah challenge yang mereka hadapi?
Apa yang bisa anda bantu agar mereka bisa perform lebih baik lagi?

B. LEARN HOW To BECOME A MANAGER
Ada beberapa buku tentang management dan leadership yang bisa anda pelajari. Anda juga bisa belajar dari teman anda yang sudah pernah menjadi manager. 
Dengan teknologi dan Internet anda juga bisa belajar dari banyak sumber di sana.
Learn the basic sebelum anda mempraktekannya.

C. DON'T TRY TO BE LIKED
Next, salah satu hal yang paling penting yang anda harus mengerti sebagai seorang leader adalah "Jangan berusaha untuk disukai semua orang!"
Sebagai leader, tugas anda adalah "TO DO THE RIGHT THINGs!"
Kadang kadang dengan melakukan "the right thing" itu akan membuat anda tidak disukai , menjadi anda kurang popular, but so be it. You still have to do the right things for the business.

Begitu anda ingin selalu disukai oleh semua orang ... YOU WILL FAIL!

Ingat ini pekerjaan , bukan FaceBook. Di Facebook anda sibuk menghitung berapa yang like ke anda. Di pekerjaan anda sibuk meningkatkan performance team anda.
LEADERSHIP is different than LIKERSHIT.

D. LISTEN TO YOUR TEAM
Next, remember it is about your team performance. It is about how you can help your team achieveing a better performance. Jadi yang paling penting adalah mendengarkan mereka, menyediakan waktu untuk mereka, berusaha mengerti mereka dan berusaha membantu mereka.
It start from listening, understanding, helping and developing them!

E. BECOME A ROLE-MODEL
You are the boss, be a role model!
And harus menjadi contoh yang baik bagi anak anak buah anda. Dari segi integrity, disiplin, communication, hardwork, extra effort and performance.
Monkey see, monkey do!
Your people will see and copy what you do!

F. MANAGE-UP
Selain memanage anak buah anda, anda juga harus memanage boss anda sendiri.
Ingat boss anda mempromosikan anda ke jabatan tersebut karena ada objectjve yang ingin dicapai.
Yakinkan anda bisa mencapai objective tersebut.
Intinya boss anda punya tim yang lebih besar (di mana anda menjadi bagian dari itu), dan anda harus memastikan bahwa tim anda membantu tim besar itu untuk mencapai objective nya!
Hanya dengan cara itu anda akan mendapatkan reward and recognition from your boss!

G. GET A MENTOR
Last but not least, cari mentor. Orang yang lebih senior dan sudah lebih lama menjadi team leader. Orang yang bisa mengerti potensi anda dan bisa membantu anda menyelesaikan challenge yang anda hadapi. Orang yang akan menanyakan pertanyaan yang tepat, dan membuat anda berfikir sehingga anda akan mampu memecahkan masalah anda sendiri.
Remember, this is what you can do to move from an individual contributor to be a real team leader ....

A) CHANGE THE FOCUS
B) LEARN HOW To BECOME A MANAGER
C) DON'T TRY TO BE LIKED
D) LISTEN TO YOUR TEAM
E) BECOME A ROLE-MODEL
F) MANAGE-UP
G) GET A MENTOR

Salam Hangat
Pambudi Sunarsihanto (Penulis)

No comments:

Post a Comment

Entri yang Diunggulkan

Omnibus Law Ketenagakerjaan dan Urgensinya

Bogor, 31-01-2020. Sudah lebih sekitar tiga bulan terakhir ini, kita sering kali mendengar istilah "Omnibus Law" bahkan hingga sa...