Breaking

Cari dalam website ini

Showing posts with label Market & Warehouse Optimizing. Show all posts
Showing posts with label Market & Warehouse Optimizing. Show all posts
Friday, November 06, 2026

SUPPLY CHAIN MANAGEMENT: ARE WE MANAGING THE PROCESS, OR JUST MANAGING THE DATA?


Pernahkah kita melihat sebuah perusahaan memiliki tim Procurement, Warehouse, Inventory, dan Contract Management yang bekerja sangat sibuk setiap hari, tetapi ketika Management membutuhkan satu informasi yang utuh, semuanya harus kembali mengumpulkan data dari berbagai sumber?


- Procurement punya file sendiri.
- Warehouse punya database sendiri.
- Inventory punya catatan sendiri.
- Contract Management menyimpan dokumen di folder berbeda.
- Finance memiliki data dan laporan tersendiri.

Masing-masing bekerja, masing-masing memiliki data, tetapi apakah semuanya sudah saling terhubung?

Di perusahaan dengan aktivitas operasional yang kompleks, khususnya Mining, Oil & Gas, dan EPC, Supply Chain Management bukan sekadar aktivitas membeli barang atau mengelola persediaan.

Ada rangkaian proses panjang yang harus saling mendukung:


- Procurement & Purchasing
- Supplier & Vendor Performance
- Contract Management
- Inventory & Warehouse Optimization
- Market & Commodity Intelligence
- Data Integration & Management Reporting

Bayangkan jika seluruh informasi tersebut dapat terhubung dalam satu ekosistem digital.

Bukan hanya mempermudah pekerjaan administratif, tetapi juga membantu perusahaan mendapatkan visibility, meningkatkan efisiensi, mengendalikan proses, dan mengambil keputusan berdasarkan data yang lebih baik.

Namun, sebelum berbicara tentang teknologi dan aplikasi, ada satu pertanyaan mendasar:


Sudahkah kita memahami persoalan sebenarnya dalam pengelolaan Supply Chain di perusahaan kita?


Melalui serial tulisan ini, saya ingin mengajak rekan-rekan praktisi, khususnya di bidang Procurement, Supply Chain, Project Management, dan industri Mining & EPC, untuk membahas bagaimana proses SCM dapat dikelola dengan lebih terintegrasi melalui pendekatan digital.


Kita akan membahasnya dalam 10 bagian, mulai dari persoalan Procurement, Supplier Performance, Contract Management, Inventory Optimization, hingga bagaimana sebuah aplikasi SCM dapat membantu menghubungkan seluruh proses tersebut.

Bukan sekadar bicara tentang aplikasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat memberikan nilai tambah bagi proses bisnis.


Let's explore how we can make Supply Chain work smarter, not harder.


Sebelum masuk ke pembahasan pertama, saya ingin bertanya:

Menurut rekan-rekan, apa tantangan terbesar dalam pengelolaan Supply Chain di perusahaan saat ini?

Apakah Procurement, Supplier, Inventory, Contract Management, atau justru integrasi datanya?

Let's discuss!


#SupplyChainManagement #SCM #DigitalTransformation #Procurement #Mining #EPC #BusinessProcess #Narraya

Entri yang Diunggulkan

Omnibus Law Ketenagakerjaan dan Urgensinya

Bogor, 31-01-2020. Sudah lebih sekitar tiga bulan terakhir ini, kita sering kali mendengar istilah "Omnibus Law" bahkan hingga sa...