HR, Jangan Bangga dengan Banyak Kontak di HP… Banggalah Kalau Nama Anda Ada di HP Orang Lain
Keren mana: punya 4.000+ kontak di HP, atau nomor anda disimpan 4.000+ orang?
Pertanyaan ini sering saya renungkan.
Karena kenyataannya, saya memang punya ribuan kontak di HP saya. Tapi apakah itu otomatis berarti saya kaya koneksi? Belum tentu.
Saya suka sekali menjalin hubungan dengan orang baru.
Kalau ketemu orang, hampir pasti saya langsung simpan nomor mereka.
Dan kalau Anda orang baru, saya pun tidak segan-segan memasukkan nama Anda ke kontak list saya — siapapun Anda — sebelum HP ini meronta kebanyakan nama tersimpan.
Tapi saya tidak berhenti hanya di nama & nomor. Saya punya kebiasaan kecil: memperbarui kontak itu dengan detail personal — hasil dari keceplosan, curhat, atau sekadar ngobrol ringan
- Saya catat hari kelahirannya (minimal bulan dan tahun).
- Nama istri atau suami, bahkan panggilannya.
- Nama anak-anak mereka, lengkap dengan bulan lahirnya.
- Kadang juga nama orang tuanya, atau kata yang unik buat mereka.
- Bahkan ada satu dua nama yang saya tambahkan catatan cerita lucu atau konyol yang pernah mereka ceritakan, lengkap dengan nama pelakunya.
Keliatan sepele.
Tapi percaya deh, itu sering jadi ice breaker yang ampuh.
Bayangkan betapa hangatnya percakapan kalau kita bisa memulai dengan,
| “Halo mas, gimana kabarnya Ocean masuk SD ya sekarang?”
| atau
| “Pak udah ucapkan ultah buat istri bapa?” ... Loh kok tau?
| bahkan,
| “Gimana Rasyad masih suka tiru ceu Kokom?”
Di situlah saya merasa bahwa kontak di HP saya bukan sekadar angka, tapi jembatan ke percakapan yang lebih manusiawi.
Saya juga belajar, koneksi bukan hanya soal siapa yang kita kenal, tapi bagaimana kita hadir untuk mereka.
- Cepat merespons saat dibutuhkan.
- Menyapa meski tanpa urusan.
- Memberi jarak saat meminta bantuan, agar tidak terasa transaksional.
Dan dari situ saya paham satu hal:
Rezeki sering datang lewat perantara manusia.
Kadang bukan karena kepintaran kita, bukan juga karena CV kita paling keren.
Tapi karena ada orang yang mengingat kita, menyebut nama kita, atau sekadar aamiin atas doa yang kita panjatkan.
Bisa jadi rezeki itu terbuka hanya karena koneksi sederhana yang kita rawat dengan tulus. https://shorturl.at/05g30
Dan kalau misscal atau pesan belum dijawab
Reply-nya simpel: HP lagi dicas, ditinggal, atau silent. Jadi kalau pesan belum terbaca, tinggal tinggalkan pesan. Insyaalloh saya akan balas.
👀 Nah, sekarang saya mau lempar pertanyaan ke Anda semua:
📱 Berapa jumlah kontak di HP Anda?
Kalau Anda seorang penting—misalnya HR—bukankah seharusnya justru nomor Anda lebih banyak disimpan orang lain dibanding jumlah kontak yang Anda simpan?
Dan terakhir, jujur aja ya:
👉 Apakah nama saya sudah ada di kontak list Anda?
💡 Karena siapa tahu… mungkin justru dari situlah pintu rezeki Anda, atau saya, akan terbuka.
#Networking #Koneksi #Relasi #PersonalBranding #Rezeki #Doa #Kolaborasi #OrangDalam #OrangDekat #HumanConnection #CareerJourney #Inspiration #GrowthMindset #Jaringan #LinkedInIndonesia #Silaturahmi #ValueInPeople #Storytelling #EmotionalIntelligence